<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rdf:RDF
	xmlns="http://purl.org/rss/1.0/"
	xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel rdf:about="http://ats-amf.com">
		<title>Ats Amf</title>
		<description>Article Ats Amf</description>
		<link>http://ats-amf.com</link>
		<image rdf:resource="http://ats-amf.com/images/M_images/weblink.png" />
	   <dc:date>2012-02-08T16:33:43+01:00</dc:date>
		<items>
			<rdf:Seq>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/32/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/26/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/13/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/14/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/15/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/16/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/17/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/18/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/19/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/20/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/21/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/22/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/23/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/31/33/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/24/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/25/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/27/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/28/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/29/9/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://ats-amf.com/content/view/12/32/"/>
			</rdf:Seq>
		</items>
	</channel>
	<image rdf:about="http://ats-amf.com/images/M_images/weblink.png">
		<title>Powered by Global Power</title>
		<link>http://ats-amf.com</link>
		<url>http://ats-amf.com/images/M_images/weblink.png</url>
	</image>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/32/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-07-24T23:42:06+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>Perawatan pada panel AMF</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/32/9/</link>
		<description>Automatic Mains Failure atau AMF adalah suatu istilah dalam suatu sistem kelistrikan yang biasa dipakai untuk menyebut sistem automatisasi dimana dalam keadaan Sumber Listrik Utama berada dalam kondisi failure atau black out maka sistim bekerja secara otomatis memerintahkan sumber/pembangkit listrik cadangan, umumnya diesel genset, untuk mulai bekerja menggantikan tugas utama menyuplai tenaga listrik.Walaupun sistim ini di design untuk bekerja secara automatic tanpa bantuan operator, bukan berarti sistim peralatan ini dibiarkan begitu saja tanpa perawatan sama sekali, sering terjadi salah persepsi, dianggap karena sistimnya sudah otomatis maka faktor perawatan jadi terabaikan.Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan agar sistim automatisasi pada panel amf dapat bekerja dengan baik :Pemasangan/instalasi panel di ruangan yang bersih dan tidak lembab/basah/kehujanan.Hindari instalasi panel di tempat yang menimbulkan getaran.Kabel-kabel kontrol harus terlindung dari gangguan tikus dan binatang lain, usahakan lubang-lubang tertutup rapat shg tidak bisa dibuat sebagai sarang hewan.Cek selalu kondisi/sistim charging battery, test tegangan output battery charger secara berkala.Cek secara berkala kondisi level air accu/battery genset ataupun battery back up bila ada, cek juga kondisi tegangan battery, sebaiknya tegangan battery dijaga &amp;gt;12,5VDC pada sistim genset dengan battery 12VDC, dan &amp;gt;27VDC pada sistim 24V, dan pastikan kabel battery terpasang dengan rapat untuk menghindari droop tegangan pada saat crank, dan juga untuk menghindari timbulnya percikan api.Cek kondisi level media pendingin/air radiator.Cek juga kondisi sistim pemipaan bahan bakar, tangki harian bahan bakar yang berada pada posisi base frame rawan kegagalan supply dibandingkan dengan tangki harian yang levelnya berada lebih tinggi dari governor, untuk itu sebaiknya dipasang valve untuk menahan bahan bakar jatuh kembali ke tangki base frame pada kondisi standby.Cek kondisi filter bahan bakar, untuk saluran bahan bakar lebih baik lagi kalau dilengkapi dengan water separator untuk memisahkan content air pada bahan bakar agar tidak ikut terbawa dalam sistim pembakaran.Cek juga kondisi filter oli, buat jadwal teratur kapan saatnya filter perlu diganti.Cek kondisi pengkabelan pada genset, hindari kabel-kabel bersentuhan dengan panas dan sudut-sudut tajam, beri pelindung agar kabel tidak rusak.Pastikan genset dalam kondisi prima dengan melakukan warming up terjadwal, pada beberapa sistim amf ada juga yang telah dilengkapi dengan fasilitas auto warming up.Dengan melakukan tindakan-tindakan diatas, faktor kegagalan pada sistim automatisasi panel amf akan mendekati zero. </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/26/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-26T02:30:59+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>PEMAKAIAN CIRCUIT BREAKER PADA ATS/COS</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/26/9/</link>
		<description>Tips Penentuan Spesifikasi Circuit Breaker    Penggunaan Circuit Breaker untuk ATS  Anda perlu melakukan penggantian isi item SPESIFIKASI  Z  dan  X  pada data berikut ini :             MATERIAL          Z   KVA    MERK    X  AMPEREMCCB 4 pole Motorized&amp;le; 65 KVAMG100A/4pole 70 - 105 KVAMG160A/4pole110 - 135 KVAMG200A/4pole140 - 165 KVAMG250A/4pole170 - 265KVAMG400A/4pole 275 - 400KVAMG630A/4pole 415 - 525KVAMG/ABB800A/4pole 550 - 660KVAMG/ABB1000A/4pole 675 - 800KVAMG/ABB1250/4pole 825 - 1000KVAMG/ABB1600A/4pole1100 - 1300KVAMG/ABB2000A/4pole 1350 - 1650KVAMG/ABB2500A/4pole 1700 - 2100KVAMG/ABB3200A/4pole 2150 - 2650KVAMG/ABB4000A/4pole 2750 - 3250KVAMG/ABB5000A/4poleUntuk kapasitas lebih dari 1100 KVA menggunakan ACB Motorized dengan Double Box Panel Current Transformer  X .../5A X  =&amp;hellip;..sesuai ampere MCCB/ACBAmperemeter analog 0 -  X ... Amp.&amp;ldquo;X&amp;rdquo; = ....sesuai ampere MCCB/ACBwww.ats-amf.com (http://www.ats-amf.com/)sales@ats-amf.com (mailto:sales@ats-amf.com)  </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/13/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-25T21:39:57+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>Cara Instalasi COS dan ATS</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/13/9/</link>
		<description>Bagaimana cara menginstal panel COS (Change Over Switch) atau panel ATS dalam instalasi yang sudah ada?Panel COS/ATS untuk instalasi listrik rumah/kantor dapat di instal seperti gambaran berikut :  (Klik mouse kanan, klik view larger image untuk melihat tampilan gambar yang lebih besar)  Material yang dibutuhkan untuk modifikasi instalasi listrik dengan tambahan COS/ATS ini antara lain :Kabel Power dari Meter PLN ke Panel COS/ATSKabel Power dari Genset ke Panel COS/ATSKabel Power dari Panel COS/ATS ke Panel Pembagi/MCB/MCCB Sepatu kabe/Schoen/Lug.Accessories lain-lain.Dimensi dan panjang kabel tergantung dari kapasitas terpasang dan jalur letak kabel.  </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/14/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-25T21:42:21+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>MINI COS</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/14/9/</link>
		<description> COS Modular COS /ChangeOver Switch dengan design yang simple seukuran MCB yang bisa dipasang di panel box rumah anda, sistim operasi manual, berfungsi sebagai alat penukar sumber listrik dengan pilihan 1 &amp;ndash; 0 &amp;ndash; 2 atau PLN &amp;ndash; Off &amp;ndash; Genset, design yang sangat praktis ini membuat rumah tinggal atau kantor anda terbebas dari penambahan panel dan tidak mengganggu design interior ruangan, cukup meletakkan COS ini ke dalam space panel box yang telah tersedia di tempat anda. Tersedia dalam sistim 3 phase (4 pole) atau single phase (2 pole) dengan rate kemampuan maksimal 63 Ampere.   </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/15/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-25T21:43:34+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>Synchronizing</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/15/9/</link>
		<description>Synchronizing / SinkronisasiSinkronisasi adalah bentuk penggabungan dua atau lebih sumber listrik untuk memperoleh suatu sumber listrik yang lebih besar.Dalam proses sinkronisasi secara umum yang sering ditemui adalah synchrone antara genset dengan genset baik yang memiliki kapasitas yang sama ataupun berbeda, sinkronisasi antara trafo yang satu dengan trafo yang lain juga bisa disinkronkan tetapi tetap harus mengacu pada syarat-syarat tertentu, demikian pula sinkronisasi antara genset dengan pln. Sinkronisasi genset dengan gensetPenggabungan dua sumber pembangkit listrik ini bisa dilakukan antara dua atau lebih unit genset yang memiliki kapasitas yang sama atau kapasitas yang berbeda.Syarat sinkronisasi genset ini dapat dilakukan antara lain :Tegangan antar genset harus sama atau mendekati sama ( &amp;Delta; V)Frequensi antar genset harus sama atau mendekati sama ( &amp;Delta; F)Sudut Fasa antar genset harus sama atau mendekati sama (&amp;ordm; &amp;phi;)Urutan Fasa R, S, T harus sama. Adapun syarat pendukung untuk proses sinkronisasi antar genset yang juga harus dilengkapi pada unit genset adalah :Tersedianya fasilitas kontrol remote speed/Frequency regulatorTersedianya AVR yang dilengkapi dengan fasilitas remote voltage regulator CT droop.Proses sinkronisasi secara sederhana/manual dapat dilakukan dengan beberapa alat pendukung dan proteksi yang bisa di rakit dalam bentuk unit panel seperti :Circuit BreakerSensor putaran fasa (Phase Failure Relay)Sensor tegangan listrik (Over Under Voltage Relay)Over Current Protection RelayShort Circuit Protection RelayEarth Fault RelayReverse Power RelayPotensiometer/speed   Volt switch adjusterSynchronoscope/Synchrone Check RelayDouble Volt MeterDouble Frequensi meterKW meterCos Phi meter Pada proses sinkronisasi manual, deteksi awal sinkronisasi dilakukan dengan mengamati dan mengatur tegangan maupun frequensi dari kedua sumber pembangkit listrik genserator yang akan di sinkron melalui Double Volt maupun Double Frequensi meter, untuk mengatur kedua parameter agar bisa mendekati sama dilakukan dengan mengatur potensiometer atau speed dan voltage switch adjuster, bilamana kedua parameter ini sudah mendekati sama selanjutnya pengamatan sudut fasa dapat dilihat melalui synchronoscope dengan tetap melakukan pengesetan pada kedua parameter volt dan frequensi secara lebih halus sampai arah putaran synchronoscope melambat dan berhenti di jarum jam 12 maka circuit breaker untuk menyinkronkan genset tersebut sudah boleh di Closing/ON. Proses sinkronisasi tidak berhenti sampai disini, masih ada parameter yang mulai harus diperhatikan lagi yaitu KW dan Cos Phi.Dengan adanya perubahan beban pemakaian sumber listrik hasil sinkronisasi ini akan berakibat pula terjadinya perbedaan KW dan Cos Phi, KW yang ditanggung antar genset harus memiliki proporsi yang sama, demikian juga dengan Cos Phi, untuk melakukan pemerataan beban antar genset tetap dilakukan dengan Potensiometer/Switch Regulator yang sebelum proses sinkronisasi dilakukan untuk menyamakan tegangan dan frequensi.Untuk menyama ratakan beban antar genset (KW) dapat dilakukan dengan mengatur potensio/switch yang dipakai untuk mengatur kecepatan putaran mesin/frequensi, sedangkan untuk Cos Phi dapat dilakukan dengan mengatur potensio/switch pengatur tegangan sampai keduanya memikul beban secara merata dan proporsional. Proteksi atau pengaman yang aktif bekerja pada proses sinkronisasi ini antara lain adalah Reverse Power Relay yang berfungsi sebagai pengaman terhadap genset yang bisa terjadi karena beban balik/reverse dimana apabila salah satu genset yang seharusnya memberi kontribusi daya harus terdesak oleh genset lain dan menjadi motor, peran Reverse Power Relay ini adalah memutuskan kinerja Circuit Breaker apabila hal tersebut terjadi, dengan demikian berarti menghindarkan generator dari kerusakan yang lebih lanjut, sehingga pada akhirnya salah satu genset yang masih bekerja normallah yang tetap akan menyalurkan energinya ke sisi beban.Short Circuit Relay berfungsi sebagai pengaman genset terhadap terjadinya short circuit di sisi beban, terjadinya short yang bisa berakibat melonjaknya arus listrik bisa berefek kerusakan pada unit generator, bila terjadi hal ini maka Relay ini akan segera mengontrol Circuit Breaker untuk melepaskan jaringan yang menuju ke sisi beban, demikian pula dengan Over Current Relay yang bertugas sebagai pembatas arus (Current), apabila arus listrik pemakaian melebihi quota yang disediakan oleh genset maka dengan segera Relay ini akan memberikan sinyal untuk memutuskan saluran yang menuju ke sisi beban.(bersambung) Untuk Informasi lebih lanjut apabila anda membutuhkan panel synchrone baik antar genset ataupun genset dengan PLN bisa hubungi kami via email ataupun telephone/fax.  </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/16/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-25T21:49:12+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>LOAD BANK TEST</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/16/9/</link>
		<description> LOAD BANK Load Bank adalah suatu alat yang dipakai untuk pengetesan terhadap kemampuan transformer, battery ataupun genset, ada beberapa macam load bank yang sering kita temui antara lain load bank yang menggunakan air garam yang biasa disebut dengan Dummy Load, Load bank yang menggunakan Electric Heater maupun Grid Resistor.Fungsi Load Bank ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kemampuan Genset atau Transformer sebelum dioperasikan langsung ke beban nyata, selain itu untuk mengetahui pula apakah ada perubahan kharakteristik pada alat yang di tes tersebut dan apakah sudah sesuai dengan label kapasitas yang ada atau tidak, misalnya untuk frequensi apakah dengan semakin tinggi pembebanan frequensi genset apakah bisa tetap stabil sebagaimana kerja genset tanpa beban, demikian pula dengan tegangannya apakah masih juga bisa tetap bertahan di titik tegangan yang dikeghendaki, bagaimana pula dengan sistim tekanan minyak pelumas dan temperatur mesinnya, dengan simulasi tes beban dengan Load Bank ini perubahan parameter yang terjadi bisa diamati, apakah perubahan-perubahan variabel hasil tes ini cukup memberikan keamanan yang tinggi pada mesin itu sendiri dan juga bila kemudian diaplikasikan ke beban riil (nyata) apakah cukup memenuhi syarat.Fungsi lain dari Load Bank yang lain adalah sebagai media pengalih beban sementara atau sebagai pembuang beban, sebagai misal suatu unit generator yang sedang bekerja dengan beban penuh tiba-tiba harus hilang sebagian besar beban atau bahkan hilang maupun sengaja dihilangkan bebannya dengan berbagai macam sebab, maka genset bisa mengalami overspeed, untuk mengatasi hal ini maka fungsi load bank adalah untuk memindahkan beban yang hilang itu ke unit load bank dalam waktu singkat sesuai program pengaturnya, yang selanjutnya bisa diatur sendiri mau diapakan genset tersebut baik secara manual atau mengikuti langkah program lain yang sudah di program dalam sistem tersebut sejak dari awal. DUMMY LOAD LARUTAN AIR GARAMCara pengetesan genset yang umum dipakai dengan mempergunakan air garam sebagai media beban, yaitu mempergunakan sejumlah air yang dicampur dengan garam dalam konsentrasi tertentu dimana garam yang terlarut didalam air berfungsi sebagai media elektrolit, elektroda (tembaga) disambungkan dengan gensetProsedur pengetesannya adalah dengan memasukkan elektroda yang sudah tersambung dengan unit genset tersebut perlahan-lahan, semakin pekat konsentrasi garam terlarut, semakin dalam dan semakin luas media elektroda yang tercelup kedalam larutan elektrolit tersebut, maka semakin tinggi pula nilai beban yang bisa didapatkan.Keuntungan dari alat ini dibandingkan jenis lainnya adalah relatif murah di sisi harga, karena hanya cukup menginvestasikan drum atau bak, elektroda tembaga yang bisa berupa tembaga batangan ataupun plat dan garam curah yang biasa dipakai untuk pengawet ikan.Hanya saja penggunaan alat ini hanya untuk operasi yang singkat saja, umumnya hanya dalam hitungan detik, tidak bisa dipakai untuk kerja kontinyu, air garam yang terlarut cepat mendidih dan menguap, parameter pembebanan kurang stabil dan ukuran bak air garam cukup besar bila ingin melakukan prosedur test yang agak lama, agak merepotkan bila di mobilisasi, air garam merusak struktur bak bila bak terbuat dari bahan metal. LOAD BANK GRID RESISTORLoad Bank ini terdiri dari lempengan plat nickelin yang mempunyai karakteristik tahanan (Ohm) yang disusun sedemikian rupa sehingga mempunyai nilai tahanan tertentu untuk media test pembebanan, plat nickelin tersusun dengan lapisan isolator tahan panas, pada saat dilakukan pembebanan plat nickelin ini akan membara, pendinginan perlu dilakukan dengan blower bila dikehendaki waktu tes yang lebih lama, pola pengetesan bisa dilakukan bertahap dan bertingkat sesuai besaran nilai tahanan dari susunan plat nickelin ini, semakin besar kapasitas pengetesan maka semakin besar pula panas yang akan diproduksi. LOAD BANK ELEMENT HEATERTersusun dari sejumlah element heater dalam kapasitas tertentu yang disusun sedemikian rupa untuk mendapatkan nilai pembebanan, element heater yang terbuat dari kawat nickelin yang terbungkus gips dan pipa bersirip memberikan keamanan yang cukup tinggi dalam pengetesan, dengan mengalirkan udara bertekanan kedalam rangkaian alat ini bisa membantu membuang panas yang dihasilkan sehingga pola pengetesan bisa dilakukan secara kontinyu. Penataan dari elemen heater yang cukup ringkas menjadikan alat ini mudah dimobilisasi, load test equipment berkapasitas 500 KW cukup diangkut dengan mobil pick up saja, praktis dalam pengoperasiannya, cukup dengan menambahkan multimeter maka semua parameter bisa di catat dengan mudah. Kami siap merakit load Bank dan juga Menyewakan/Rental Load Bank Test beban Genset anda, saat ini kami menyediakan Load Bank sampai kapasitas 2000 KW / 2 MW yang terdiri dari kompartemen Load Bank masing-masing 500 KW sebanyak 4 unit.Rental Load Bank Test Unit  for  Load Test Generator   </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/17/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-25T21:51:02+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>Pengertian Ats Amf</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/17/9/</link>
		<description> PLN Padam? Operasikan Genset secara Otomatis!Apakah yang dimaksud dengan Ats Amf ?ATS adalah singkatan dari AutomaticTransfer Switch, yaitu proses pemindahan penyulang dari penyulang/sumber listrik yang satu ke sumber listrik yang lain secara bergantian sesuai perintah pemrograman, ATS adalah pengembangan dari COS atau yang biasa disebut secara jelas sebagai Change Over Switch, beda keduanya adalah terletak pada sistim kerjanya, untuk ATS kendali kerja dilakukan secara otomatis, sedangkan COS dikendalikan atau dioperasikan secara manual. AMF adalah singkatan dalam istilah kelistrikan dari Automatic Main Failure yang maksudnya menjelaskan cara kerja otomatisasi terhadap sistem terhadap sistem kelistrikan cadangan apabila terjadi gangguan pada sumber/penyulang listrik utama (Main), istilah ini secara umum sering dijabarkan sebagai sistim kendali start dan stop genset, baik itu diesel generator, genset gas (http://www.gensetgas.com) maupun turbin.  Sistim kerja panel ATS dan AMF yang sering kita temukan adalah kombinasi untuk pertukaran sumber baik dari genset ke pln maupun sebaliknya, bilamana suatu saat sumber listrik dari PLN tiba-tiba padam, maka AMF bertugas untuk menjalankan diesel genset sekaligus memberikan proteksi terhadap sistim genset, baik proteksi terhadap unit mesin/engine yang berupa pengamanan terhadap gangguan rendahnya tekanan minyak pelumas (Low Oil Pressure) maupun kondisi temperatur mesin serta media pendinginannya, dan juga  memberikan perlindungan terhadap unit Generatornya (http://atsamf.com/content/view/15/9/). baik berupa pengamanan terhadap beban pemakaian yang berlebih maupun perlindungan terhadap karakterlistrik lain seperti tegangan maupun frequensi genset, apabila parameter yang diamankan melebihi batasannormal/setting maka tugas ATS adalah melepas hubungan arus listrik ke beban sedangkan AMF bertugas untuk memberhentikan kerja mesin.Apabila generator yang dijalankan beroperasi dengan baik, berikutnya ATS bertugas memindahkan sambungan dari sebelumnya yang tersambung dengan pln dipindahkan secara otomatis ke sisi generator sehingga aliran listrik bisa tersambung ke sisi pengguna.Apabila kemudian pln kembali normal, selanjutnya ATS bertugas untuk mengembalikan jalurnya dengan memindahkan switch kembali ke sisi utama dan untuk kemudian disusul dengan tugas AMF untuk memberhentikan kerja mesin diesel tersebut, demikian seterusnya semua sistim kontrol dikendalikan secara otomatis berjalan dengan sendirinya.Pemakaian sistim otomatisasi ini memiliki beberapa keuntungan antara lain :1. Sistim perpindahan dari pln ke genset dan sebaliknya hanya perlu waktu yang sangat singkat, hanya dengan hitungan detik saja setelah pln padam, genset langsung start dan listrik segera dapat di &amp;#39;nikmati&amp;#39; kembali oleh pengguna. 2. Meringankan tugas tehnisi listrik yang bisa sangat banyak sekali, bahkan gedung perkantoran sering tidak memiliki tehnisi listrik, dengan panel ATS-AMF ini semuanya menjadi mudah, listrik padam okey, genset langsung start sendiri, pln nyala kembali...okey...genset stop sendiri,  tehnisi tak perlu berlari-lari karena panik hanya untuk cepat-cepat men-start genset dan mengoper switch supaya roda aktifitas tak terganggu, yang paling penting genset tetap harus dipelihara agar sistim bisa bekerja secara maksimal, merawat genset sama mudahnya dengan merawat mobil, asal air accu berada di levelnya,bahan bakar tersedia cukup, air radiator normal, oli normal..., sudah.., hanya begitu saja, untuk pemanasan genset sebaiknya cari saja panel ats amf yang sudah dilengkapi dengan fasilitas pemanasan secara otomatis, genset akan melakukan pemanasan sendiri secara terjadwal tanpa harus mematikan listrik pln, tanpa mengganggu sistim dan roda aktifitas kantor, tanpa perlu operator &amp;#39;dadakan&amp;#39; yang takut dengan suara genset untuk memanaskan genset, semuanya menjadi mudah.3. Memberi perlindungan terhadap alat kantor seperti komputer, AC , peralatan  pabrik maupun laboratorium, seringkali terjadi tegangan listrik pln maupun genset tiba-tiba anjlok atau bahkan tiba-tiba naik sampai jauh diluar batas toleransi normal untuk keamanan alat-alat elektronik, bahkan sering pula ada salah satu fasa listrik yang hilang (untuk sistim 3 fasa), turun dan naiknya tegangan, maupun hilangnya tegangan ini kadang tak terdeteksi dengan kasat mata, tiba-tiba saja muncul aroma hangus ada peralatan yang terbakar, nah... tambah lagi permasalahan baru, tanpa AC bisa saja pakai kertas untuk kipas-kipas, tetapi apa yang harus dihadapi bila yang rusak adalah komputer atau media program lainnya, bisa-bisa data ikutan hilang, masalah lagi...., apalagi bila yang mengalami kerusakan adalah peralatan laboratorium atau peralatan yang menggunakan sistim pemrograman plc, tegangan over voltage bisa merusak alat, perlu waktu yang lama untuk memperbaikinya, bahkan kadang terpaksa harus inden 3-4 bulan hanya untuk menunggu kedatangan spare part atau tehnisi &amp;#39;impor&amp;#39;.  Dengan panel ats amf ini maka semuanya bisa menjadi mudah lagi, over voltage? under voltage? over frequency? under frequency? fasa hilang? bukan masalah, sistim ats dan amf yang akan melakukan tugas yang harus diembannya.  </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/18/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-25T21:53:40+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>Ats Amf untuk Semua Merk Genset</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/18/9/</link>
		<description>      Bermacam-macam merk genset yang sedang berkompetisi di pasaran, bermacam-macam pula karakter sistim kontrolnya, tiap-tiap pabrikan memiliki ciri khas sistem wiring tersendiri yang bisa sangat berbeda antara satu pabrikan dengan pabrikan lainnya, masing-masing memiliki standar sendiri-sendiri tetapi tetap saja pada prinsipnya semuanya mengarah ke satu tujuan yaitu memberikan proteksi terhadap mesin yang dikendalikannya, apakah itu  proteksi secara sederhana  dengan proteksi terhadap minyak pelumas (LOP) dan media pendingin/radiato (HWT) saja, banyak pula pabrikan yang memberikan proteksi gensetnya dengan banyak variabel dan level pengamanan. Apapun merek genset yang anda miliki bukan masalah besar bagi kami, kami selalu siap untuk melakukan sistim otomasinya agar sistim kelistrikan anda berjalan dengan baik dan memuaskan.Apakah merek Genset anda adalah termasuk salah satu berikut ini........?Perkins Stamford/LeroySomer dll. by Traknus, Caterpillar/Olympian, Himoinsa, Pramac, FG Wilson, EMS, Hartech, Superwatt, PowerLink, VibroPower dll. Cummins, Deutz, MAN, MWM, Volvo, MTU, John Deere,Mitsubishi, Daewoo,Yanmar, Isuzu, Denyo, Kohler  dll.anda bisa menghubungi kami bilamana anda memiliki unit genset merek lain, anda tak perlu risau bila genset anda tak menyertakan/kehilangan  gambar wiring diagram instalasi kelistrikan kontrol panel gensetnya, kami sanggup menyelesaikannya dengan satu langkah yang mudah dan aman sehingga menjadikan anda nyaman.  </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/19/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-26T02:26:22+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>Panel Genset</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/19/9/</link>
		<description>Generator Set terdiri dari bagian yang disebut Engine/Mesin Diesel atau sejenisnya sebagai media penggerak bagian lain yang biasa disebut dengan Alternator sebagai pembangkit tegangan. Panel Genset atau Engine controller terdiri dari 2 bagian yaitu : Panel AC dan Panel DC. Panel AC adalah panel control untuk memonitor maupun mengendalikan energi listrik dari generator ke sisi beban, umumnya terdiri dari rangkaian meter Ampere, Volt, Frequency (Hz), KW maupun Cos Phi meter dan juga ada optional seperti Selector Volt, Selector Ampere, Current Transformer (CT), Pilot Lamp, dan MCB Control/Fuse.Sebagai Pemutus Power biasanya dipasang MCCB yang langsung terhubung dengan alternator yang selain berfungsi sebagai pemutus tegangan juga berfungsi sebagai pembatas beban dan pengaman terhadap karakter gangguan di sisi beban (pemakaian).   Panel DC adalah panel control untuk memonitor maupun mengendalikan unit Engine/ Mesin Diesel atau sejenisnya, panel ini biasanya terdiri dari meter-meter indicator untuk memonitor parameter yang terpasang di sisi mesin seperti tekanan oli (Oil Pressure),  Temperatur media Pendingin Mesin (Water Temperature), Temperature Mesin (Engine Temperature), Temperatur Gas Buang (Exhaust Temperature), Temperature Oli (Oil Temperature), Putaran Mesin (RPM), Tegangan Charge Battery (V DC), Power Charge (A DC) maupun Jam Pemakaian (Hour Counter). Yang semuanya biasa dihubungkan dengan tranduscer/transmitter/sender.Tetapi umumnya indicator standar yang terpasang di panel genset adalah A/V Battery,  Oil Pressure Indikator, Water Temperature Indikator dan Hour Counter. Fasilitas proteksi sisi Mesin umumnya adalah untuk proteksi terhadap rendahnya tekanan oli / Low Oil Pressure (LOP), (bilamana tekanan minyak yang diperlukan mesin untuk pelumasan berkurang maka switch secara otomatis akan bekerja dan memutuskan system sehingga genset akan berhenti berputar untuk menghindari resiko keausan pada bagian mesin yang dinamis/bergerak) dan Temperature media pendingin (radiator) / High Water Temperature (bilamana suhu air pendingin meningkat sampai batas toleransi (umumnya 90-95 oC, maka switch akan bekerja pula memutuskan system sehingga genset akan berhenti untuk mencegah efek struktur metal engine yang bisa memuai), untuk Genset dalam kapasitas besar biasanya juga disertai proteksi untuk kelebihan kecepatan putaran mesin (Over Speed). (bila kecepatan putaran mesin melebihi batas toleransi setting putaran operasi standard 1500 Rpm untuk frequency 50 Hz dan 1800 Rpm untuk 60Hz maka switch akan bekerja menghentikan putaran mesin untuk mencegah resiko kerusakan mesin).Untuk panel control pack yang menggunakan modul controller AC DC biasanya sudah dikemas dalam satu modul sederhana dan praktis serta memiliki keakurasian yang tinggi, umumnya sistim pengaman mesinnya diset berdasar seting angka nominal parameter yang dibaca dari unit sender/tranduscer dan cenderung jauh lebih flexible dibandingkan menggunakan control relay saja. </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/20/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-26T02:27:20+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>Accessories circuit breaker</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/20/9/</link>
		<description> Sekilas tentang material bantu kelengkapan Circuit Breaker    MN/UVR/UVT = UNDER VOLTAGE RELEASE  Sistim Operasi         Bila UVT diisi tegangan maka coil akan bekerja menarik togle mekaniknya, sehingga ACB/MCCB bisa bekerja secara Normal Close (ON)/Open (OFF) tanpa ada hambatan. Bila tegangan dilepas maka togle mekanik akan kembali normal melepas togle  dan menekan/mengunci sistim mekanik pada ACB sehingga ACB akan Trip (Bila posisi sebelumnya ON) atau akan mengunci sistim mekanik ACB/MCCB sehingga tidak bisa dioperasikan ON/OFF baik secara Auto maupun Manual bila UVT terpasang.          XF = CLOSING RELEASE      Sistim Operasi         Bila diisi tegangan maka coil akan bekerja menekan/mendorong togle mekanik ACB sehingga ACB akan Close/ON (pemasangan pararel dengan tombol mekanik ON), Setelah ACB/MCCB ON/Close maka Closing Release coil harus dilepas tegangannya agar togle kembali diposisi semula dan tidak mengunci sistim OFF/Open, ini biasa di lakukan dengan cara menginterlock salah satu cable control yang menuju ke coil melalui Auxiliary Contact yang tersedia (NC) sehingga sewaktu ACB sudah Close/ON, sistim  ke Coil terputus dan XF tidak bekerja lagi.             MX = SHUNT TRIP       Sistim Operasi         Sistim kerja persis sama dengan XF, biasanya barangnya juga sama/satu macam. Hanya sedikit perbedaannya adalah terletak pada FUNGSI dan LETAK pemasangannya. Fungsi MX adalah untuk membuka ACB/Open, pada saat diisi tegangan, coil akan  mendorong togle mekanik yang menekan sistim mekanik OFF pada ACB sehingga ACB/MCCB akan OFF/Open.      Pemasangan biasanya pararel dengan tombol mekanik OFF pada ACB.  Karena sistim kerja hanya sesaat maka wiring cable harus dilewatkan dulu melalui Auxiliary Contact NO (terbuka/open contact pada saat CB Off/Open. Dan harus Contact pada saat ACB pada posisi ON/Close.             OF/SD = AUXILIARY CONTACT      Sistim Operasi         Hanya berupa Switch ON/OFF NO (Normally Open/kondisi normal terbuka/lepas), NC (Normally Close/kondisi normal berhubungan/sambung) dan C (Common/basis yang bisa dihubungkan dengan NO/NC)             SDE = AUXILIARY TRIP       Sistim Operasi        Pada prinsipnya sama dengan OF/SD, hanya saja Auxiliary jenis ini hanya akan bekerja/ posisi switch berubah akibat terjadinya Trip Overload/OverCurrent/Fault lainnya. Fungsi Auxiliary ini adalah untuk memberikan proteksi tambahan agar bila terjadi Fault/ semacamnya maka motor ACB/MCCB, MN,MX,XF akan secara automatis tidak dapat  difungsikan kecuali di reset secara manual atau melalui Remote Reset.          MCH = GEAR MOTOR/MOTOR MECHANISM    Sistim Operasi        Berupa Sistim mekanik dan Motor yang berfungsi untuk menyiapkan spring mekanik dalam keadaan siap untuk dioperasikan ON (Close) atau OFF (Open).  Biasanya sudah dilengkapi dengan fasilitas pemutus tegangan bila kondisi motor sudah selesai tugasnya, maka motor tidak akan bekerja lagi.    Fasilitas lain yang tersedia adalah biasanya Motor MCCB/ACB setelah melakukan reset/ Energize, maka motor akan berhenti sendiri, tetapi kadang-kadang dilengkapi  dengan fasilitas tambahan NO, sehingga apabila Motor selesai Energize maka akan keluar tegangan pula (Aux NO) yang bisa dimanfaatkan lagi untuk Closing/Open ACB/MCCB melalui XF/MX.     </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/21/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-26T02:27:53+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>MCCB/ACB pada panel Ats</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/21/9/</link>
		<description>Panel ats-amf seringkali mempergunakan MCCB/ACB yang dilengkapi dengan Motorized sebagai operator sistim automatic close/open breaker, keuntungan dari penggunaan MCCB ini adalah :1. Unit MCCB/ACB antara Genset dan Unit MCCB/ACB PLN terpisah/berdiri sendiri sehingga apabila terjadi kerusakan pada salah satu sistim saja maka cukup dilakukan penggantian sistim yang bermasalah.2. Unit MCCB/ACB dan Motorized terpisah, sehingga apabila terjadi kegagalan/kerusakan pada salah satu unit maka penggantian ataupun perbaikan cukup dilakukan pada unit yang bermasalah saja. 3. Unit MCCB/ACB umumnya sudah dilengkapi dengan fasilitas proteksi seperti OverCurrent dan Short Circuit, sehingga fungsinya selain sebagai alat tukar sumber juga sekaligus sebagai protektor terhadap terjadinya kegagalan pada sistim beban.4. Sistim interlock dapat dirangkai secara mekanik (mechanism interlock) ataupun elektrik (electrical interlock)  Tentu saja dengan fasilitas yang cukup komplit berbanding lurus dengan harga. Harga MCCB/ACB yang dilengkapi dengan motorized, under voltage release (MN/UVT) ataupun closing release ini relatif jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan COS Motorized ataupun Magnetic Contactor.MCCB yang tersedia lengkap dengan sistim motorized ini yang mudah ditemukan di pasaran adalah merk Merlin Gerin, ABB dan Chint, untuk merk lain seperti LG, GE, Mitsubhisi, Fuji, Terasaki, Moeller dll ketersediaannya harus inden terlebih dahulu.Untuk ACB dengan rating kapasitas besar, umumnya beberapa merk produk masih bisa didapatkan dengan mudah.   </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/22/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-26T02:28:29+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>TIPS PEMILIHAN PANEL ATS AMF</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/22/9/</link>
		<description>Pemilihan Panel Ats Amf  Untuk Menentukan berapa kapasitas Panel Ats-Amf yang anda perlukan adalah dengan menentukan terlebih dahulu  kapasitas mana yang lebih besar antara genset dengan PLN, basis yang dipasang adalah mana yang lebih besar KVA-nya.  Selanjutnya adalah penentuan Jenis dan merk Modul Controller untuk panel Ats-Amf yang dikehendaki, bila kurang jelas mengenai keunggulan modul ats-amf, bisa dilakukan dengan menggunakan pertimbangan lain seperti pertimbangan masalah harga atau level keamanan,  life time, maupun metodhe perawatannya.Penentuan Power ChangeOver untuk pemindah beban/Load, menggunakan MCCB, ACB, COS Motorized, ATS Breaker 1-2 (Genset-PLN) atau 1-0-2. (Genset-OFF-PLN), atau menggunakan kontaktor saja.Penentuan dimensi Box  Panel yang dikehendaki, wall mounting atau free standing, yang berhubungan dengan space ruangan yang tersedia. Data yang diperlukan bila ada Spesifikasi Khusus (untuk pemesanan).  Merk Genset terpasang.Kapasitas Genset (KVA)Tegangan control DC Genset (12 atau 24VDC)Sistim start-stop Genset, sistim kunci atau semi auto) Kapasitas PLN terpasang.Jarak antara ruangan Genset dengan lokasi Panel MDP/ Meter PLN. Material dan pekerjaan yang harus dipersiapkan oleh pembeli untuk keperluan instalasi Kabel Power dari Genset ke Panel Ats-Amf R,S,T,NKabel Control dari Genset ke Panel Ats-Amf 2(4x2,5mm)Kabel Power Outgoing dari Panel Ats-Amf ke Panel Distribusi, Kabel Power Incoming dari sumber PLN ke Panel Ats-Amf,Schoen Cable, Isolasi dan kelengkapannya.  </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/23/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-26T02:29:10+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>Ats Amf Standard Relay</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/23/9/</link>
		<description>Panel ATS/AMF bisa beragam model, ukuran, kualitas dan jenis material yang terpasang didalamnya, dari berbagai macam panel ats amf fungsi utamanya tetaplah sama yaitu melakukan perintah start-stop generator set/genset serta melakukan pemindahan sumber tenaga listrik dari sumber tenaga utama yang sedang bermasalah ke sumber tenaga listrik cadangan yaitu genset. Letak perbedaannya adalah dari segi kualitas material terpasang serta tingkat keamanan (safety),  lifetime, serta sistim perawatannya. Panel ATS AMF Standard Relay adalah panel ats dan amf yang mempergunakan relay dan timer untuk sistim operasinya, Untuk Transfer Power bisa mempergunakan Kontaktor (Main Contactor) maupun Circuit Breaker (MCCB) yang dilengkapi dengan motor penggerak, panel jenis ini adalah peletak dasar dari perkembangan sistim amf yang beredar sekarang ini. Kelebihan dari panel ats standard relay ini adalah beaya perawatan yang cukup murah, apabila terjadi kerusakan salah satu komponennya cukup dilakukan penggantian pada unit yang bermasalah tersebut, bisa relay atau timernya, akan tetapi rendahnya beaya perawatan ini belum tentu seiring dengan mudahnya melakukan diagnosa kerusakan material apabila sistim otomatis mengalami kegagalan fungsi. Wiring diagram panel seharusnya disertakan dengan jelas untuk mempermudah melakukan analisa letak masalah, makin kompleks sistim proteksi makin banyak pula jumlah relayrelay dan timer, akan sangat bermanfaat sekali apabila wiring cable control panel yang terinstal dilengkapi dengan sistim penomoran (addressing) yang jelas sehingga cukup membantu menyelesaikan masalah, pertimbangan murahnya harga panel dan beaya penggantian material (replacement) bisa-bisa berakibat sebaliknya apabila pembeli/pengguna hanya menerima instalasi panel jadi tanpa dilengkapi dengan wiring diagram panel, instalasi control komunikasi dengan genset maupun metode perawatan dan buku manual petunjuk penggunaannya.  dan timer yang terpasang, hal ini bisa membuat pengguna maupun tehnisi listrik selain produsen/perakit panel mengalami kesulitan untuk memahami fungsi dari masing-masing  </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/31/33/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-06-12T20:43:25+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>Catalog</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/31/33/</link>
		<description>
IIL-AMF20-25-Datasheet (http://www.docstoc.com/docs/7139884/IIL-AMF20-25-Datasheet) - 
</description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/24/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-26T02:29:48+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>Zelio Smart Ats Amf Module</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/24/9/</link>
		<description> ATS-AMF Module Zelio Smart Relay Telemecanique adalah sistim panel ats amf yang selangkah lebih maju dan lebih praktis serta ekonomis daripada jenis panel ats/amf standar relay. Dengan model dan ukuran yang kompak, didalamnya selain terdiri dari banyak relay dan timer juga terdapat fitur-fitur clock dan counter, dengan desain kualitas yang cukup handal, membuat Smart Relay ini mampu menggantikan fungsi-fungsi dari relay dan timer sehingga tidak memakan tempat yang banyak didalam suatu panel. Smart Relay ringkas, ekonomis dengan kualitas yang prima, terprogram dengan dilengkapi dengan fasilitas programmable automatic warming up, genset anda akan melakukan pemanasan secara automatic sesuai dengan yang anda kehendaki  tanpa mengganggu jalannya sistem yang sedang bekerja, praktis tanpa operator dan perawatan yang cukup mudah dan murah, sangat cocok untuk aplikasi gedung dan industri yang menginginkan kepraktisan. Tersedia dalam dua varian tegangan operasi 12VDC maupun 24 VDC dengan 12 I/O maupun 20 I/O. dengan aplikasi sistim proteksi genset yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan.  </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/25/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-26T02:30:18+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>SISTIM INTERLOCK PADA PANEL ATS</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/25/9/</link>
		<description> Sistim interlock pada sistim panel ats atau panel ats amf umumnya hanya mempergunakan sistim Electrical Interlocking, dimana apabila salah satu sumber sedang menyuplai beban maka sumber lain tidak akan dapat bekerja bersama-sama menyuplai beban (dikunci dengan electrical wiring system) untuk menghindari terjadinya 'tabrakan' antara power genset dengan power utama/PLN, sistim interlock seperti ini nampaknya cukup aman tetapi sebenarnya belumlah cukup memberikan  ketenangan yang cukup layak bagi penggunanya, hal ini disebabkan masih adanya celah yang cukup untuk membuat terjadinya hubung singkat/ tumbukan antara genset dengan PLN, terutama yang disebabkan oleh Human Error yang bisa terjadi apabila tehnisi melakukan kesalahan pengoperasian apabila panel dijalankan secara manual.Untuk itu sebenarnya sistem yang ada bisa dioptimalkan tingkat keamanannya (safety factor) dengan menambahkan sistim Mechanical Interlocking, dengan tambahan sistim mechanical interlocking ini praktis faktor keamanan dari panel ats-amf bisa dikatakan bisa mencapai  prosentase 99,9% aman, hal ini disebabkan karena kuncian sistem menjadi berlapis, selain mempergunakan sistim pengamanan dengan Electrical Interlock juga disertai dengan sistim Mechanical Interlock dimana dengan penambahan Mechanical interlock ini Toggle di Interlock dengan mempergunakan sistim Mekanik, yang satu masuk maka yang lain akan tetap terkunci/terhalang sehingga apapun kesalahan yang bisa terjadi sangat kecil sekali terjadi resiko tumbukan antara genset dengan pln.  Ada beberapa macam bentuk dari alat semacam ini yang tersedia di pasaran seperti MCCB Motorized yang dilengkapi dengan modul Base Plate Mechanical Interlocking, ada juga yang berupa ATS Double Power yaitu berupadua buah MCCB yang sudah dilengkapi dengan penggerak motor eksternal plus sitim mekanikal dan electrikal interlock, ada juga yang berupa Change Over Switch (COS) motorized, dua buah Contactor plus mechanical interlocking serta sistim Change Over dengan mempergunakan tenaga penggerak Solenoid termasuk didalamnya dengan instalasi mekanikal interlocknya.Memang dengan memberikan tambahan proteksi ganda berupa sistim mechanical interlock ini tentu saja akan mempengaruhi besarnya tambahan beaya yang harus dibayarkan, tetapi tentu saja pengguna akan mendapatkan keuntungan berupa ketenangan dan kenyamanan tanpa harus selalu merasa was-was terhadap faktor keamanan panel yang dimilikinya.  </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/27/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-26T02:31:35+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>ComAp Ats Amf with CB Motorized</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/27/9/</link>
		<description> Spesifikasi material Panel ATS-AMF &quot;Z&quot; (http://atsamf.com/content/view/24/42/) KVA Power System            :      Circuit Breaker motorized   Control Module           :      ComAp iL- Amf/ iL-NT                                                                                                                       No.MaterialQtyBrand       1. MCCB &quot;X&quot; (http://atsamf.com/content/view/24/42/) ... Amp/4pole Motorized        2      ABB/Merlin Gerin       2. MCB Control 6A      12      Merlin Gerin/Kripal       3.  Automatic Battery Charger 10A/1PH        1      Global       4.  Relay Control RU4S 24VDC        6      IDEC Izumi       5.  Relay Control RU4S 220VAC        4      IDEC Izumi       6.  Socket Relay SY4S      10      IDEC Izumi       7.Modul ATS-AMF IL AMF20/25/ IL-NT AMF Cw.  Digital Amperemeter         Digital Voltmeter       Digital Frequencymeter         Digital KWmeter   Graphics Scaler         Digital Battery Voltmeter         Easy programming   manual setting       Protection system Over Current       Protection system Under Over Voltage         Protection system Under Over Frequency         Main, Engine   Generator Protection        1     ComAp    Ex. Checz         8. Pilot Lamp RST + Indicator CB       8      Salzer       9. Current Transformer &quot;X&quot; (http://atsamf.com/content/view/24/42/) .../5A       3      CIC     10. Busbar Cu Ex. Import       1       Japan     11.  Selector Auto-Off-Manual       1      Crompton Greaves/Salzer     12. Push Button       4       IDEC Izumi     13. Emergency Stop       1       IDEC Izumi     14. Pilot Lamp Alarm + Horn       1      Salzer     15. Box Panel 2000x800x600mm       1      Global, Powder Coating                     Z = Kapasitas PLN/Genset terpasang dalam satuan KVAX = Kapasitas Circuit Breaker (KVA x 1000)/(380V x 1,732)Example :Bila menginginkan Panel Ats Amf 500 KVA ; Z = 500 KVAmaka : X = 500 KVA x 1000 / ( 380V x 1.732)   =  757,8 AmpereMCCB yang tersedia adalah 800ARange MCCB/ACB yang tersedia Untuk ATS :100A, 160A, 200A, 250A,  400A, 630A, 800A, 1000A, 1250A, 1600, 2500A, 3200A, 4000A, 5000A, 6300A.    </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/28/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-26T02:32:29+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>ComAp ILNT AMF-25 Feature</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/28/9/</link>
		<description>ComAp FeatureDilengkapi dengan fasilitas yang dapat dihubungkan dengan berbagai macam Engine Control Modul Dapat operasikan untuk sistim start dan stop Genset baik secara manual dan automaticDapat diprogram langsung dari keypad modul atau personal komputer melalui fasilitas RS 232Dapat dihubungkan dengan modem komunikasi untuk kontrol jarak jauh. Gratis Software program supervisi dan remote controller via PCGraphic backlite LCD Display 128x64 pixelMetering parameter display : Ampere, Volt, Hz,  KVAR, KWH dan KW, Battery Voltage, Pressure, Temperature, Fuel Level dan RPMSistim proteksi/pengaman yang dapat dipilih baik berupa alarm atau shutdown generator3 phase Generator dan Mains proteksi :              Under-Over Current/Overload   Current Unbalance             Under-Over Voltage   Voltage Unbalance             Under-Over Frequency  Analog Input dapat dipilih dan di set berdasarkan pilihan merk atau dikonfigurasi berdasarkan karakter sensornyaDilengkapi dengan program setting auto warming up/pemanasan genset otomatis.Parameter input dan output dapat dikonfigurasi sehingga posisi I/O lebih flexible disesuaikan dengan kebutuhanHistory Record dan Parameter Setting dapat di download dalam bentuk file Excel untuk keperluan dokumentasi.Standard Seal IP65        </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/29/9/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-27T23:35:13+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>Wiring Diagram</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/29/9/</link>
		<description> Manual Book dan Wiring Diagram Ats-Amf Standard Zelio Soft Global Power,Click here : !!Free Download Link Catalog   Wiring Diagram  Wiring Diagram Ats-Amf IL-AMF 20/25 , DataSheet , Lite Edit ComApWiring Diagram Ats-Amf NB2/NC3 SEGWiring Diagram Ats-Amf EasyGen 1000 , EasyGen 1500 , EasyGen 350 Woodward,  Wiring Diagram Ats-Amf 701 , 701HC , 703 , 704 ,5110, 5220 ,  5210 DeepSeaWiring Diagram Ats-Amf EMS 98 Wiring Diagram Genset Controller EMS 28 Wiring Diagram Genset Controller GCU-10 KutaiWiring Diagram Control Automatic Start Engine Hydrant Wiring Diagram Control Standard Engine Hydrant Wiring Diagram Control Genset Standard Key With Fuel SolenoidWiring Diagram Control Genset Standard Key With Stop SolenoidWiring Diagram Control Genset Standard Key With Start-Stop ServodriveWiring Diagram Control Genset Standard Key With Speed Controller GACWiring Diagram Control Genset Standard Key With Speed ControllerBarber ColmanWiring Diagram Control Genset With Remote Start Monicon GTR16/ GTR 168, GTR 17Wiring Diagram Control Genset With Engine Control Module (ECM)Wiring Diagram Control Standard Genset MANWiring Diagram Control Standard Genset DeutzWiring Diagram Control Standard Genset Perkins TraknusWiring Diagram Control Standard Caterpillar/OlympianWiring Diagram Control Standard Genset DaewooWiring Diagram Control Standard Genset MWMWiring Diagram Control Standard Genset CumminsWiring Diagram Control Standard Genset YanmarWiring Diagram Control Standard Genset DenyoWiring Diagram Control Standard Genset John DeereWiring Diagram Control Standard Genset MitsubishiWiring Diagram Control Standard Genset Pabrikan FG WilsonWiring Diagram Control Standard Genset Pabrikan SuperWattWiring Diagram Control Standard Genset Pabrikan EMSWiring Diagram Control Standard Genset Pabrikan PramacWiring Diagram Control Standard Genset Pabrikan HighlanderWiring Diagram Control Standard Genset Pabrikan Vibro PowerWiring Diagram Control Standard Genset Pabrikan Himoinsa Wiring Diagram Control Standard Genset Pabrikan Nikabasurya Wiring Diagram Control Standard Genset Pabrikan Konduktor Jasa Wiring Diagram Control Standard Genset Pabrikan HartechWiring Diagram Control Standard Genset RiverWiring Diagram Control Standard Genset KrisbowWiring Diagram Control Standard Genset KiporWiring Diagram Control Standard Genset Diesel / Genset Gas KohlerWiring Diagram Control Standard Genset Gas Perkins FG WilsonWiring Diagram Control Standard Genset Gas GuascorWiring Diagram Control Standard Genset Gas GE JenbacherWiring Diagram Control Standard Genset Gas WaukeshaWiring Diagram Control Standard Genset Gas Caterpillar</description>
	</item>
	<item rdf:about="http://ats-amf.com/content/view/12/32/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-04-25T21:37:23+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://ats-amf.com</dc:source>
		<title>Ats Amf Module Selection</title>
		<link>http://ats-amf.com/content/view/12/32/</link>
		<description>Ats-Amf module selection.

Macam-macam modul ats-amf..!! (http://tokolistrik.surabuaya.com/index.php?main_page=index cPath=1)Silahkan pilih merk modul ats amf untuk unit panel anda, bilamana anda masih awam mengenai kelebihan fitur modul untuk tiap-tiap produk, silahkan mengikuti diskripsi di halaman berikutnya, atau bisa menghubungi kami.</description>
	</item>
</rdf:RDF>

